Pada fasilitas pedestrian yang dirancang inklusif, setiap elemen perlu membantu pengguna bergerak dengan aman dan mudah. Salah satunya adalah guiding block trotoar yang menjadi bagian dari jalur pemandu bagi penyandang disabilitas.
Namun, keberadaan guiding block saja belum cukup. Jalur yang terputus, pola yang tidak sesuai fungsi, material yang kurang tepat, atau pemasangan yang tidak terintegrasi dengan fasilitas pedestrian dapat mengurangi manfaatnya.
Karena itu, guiding block perlu dipahami sebagai bagian dari sistem aksesibilitas. Pemilihannya juga perlu mempertimbangkan fungsi, lokasi pemasangan, material, spesifikasi proyek, kondisi lapangan, hingga pemeriksaan setelah pemasangan.
Apa Fungsi Guiding Block pada Pedestrian?

Source: pinterest.com
Guiding block merupakan permukaan bertekstur pada jalur pemandu pedestrian. Elemen ini memberikan informasi arah atau peringatan bagi pengguna dengan gangguan penglihatan.
Teksturnya dapat dikenali melalui sentuhan untuk membantu pengguna mengikuti jalur dengan aman.
Standar teknis blok pemandu menetapkan persyaratan terkait tipe, dimensi, sifat fisik, dan warna.Ketentuan ini mengatur karakteristik guiding block pada jalur pejalan kaki. Tujuannya untuk mendukung aksesibilitas bagi pengguna dengan gangguan penglihatan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Guiding Block
Beberapa kondisi berikut perlu menjadi perhatian sejak tahap perencanaan.
Jalur Terputus Membuat Navigasi Tidak Efektif
Jalur pemandu perlu memiliki kesinambungan agar informasi arah yang diberikan tetap dapat diikuti. Jika jalur berhenti secara tiba-tiba atau terhalang elemen lain, fungsi guiding block dapat terganggu.
Pada proyek pedestrian, perencana dan pelaksana perlu melihat jalur secara keseluruhan. Posisi trotoar, akses masuk, penyeberangan, jalur landai, halte, dan fasilitas lain perlu dipertimbangkan sejak awal.
Pola Guiding Block yang Tidak Sesuai Fungsi
Kesalahan dalam menentukan pola dapat membuat informasi yang diberikan menjadi kurang jelas. Karena itu, penggunaan pola sebaiknya mengikuti fungsi dan kebutuhan pada titik pemasangan, bukan hanya berdasarkan pertimbangan visual.
Material yang Cepat Rusak di Area Ramai
Trotoar merupakan area yang terpapar berbagai kondisi lingkungan. Permukaan dapat menerima aktivitas pejalan kaki, perubahan cuaca, kelembapan, serta faktor lain yang berbeda pada setiap lokasi.
Material guiding block perlu dipilih berdasarkan kondisi pemasangan dan spesifikasi proyek. Persyaratan teknis juga menetapkan bahwa blok pemandu harus memiliki kekuatan yang memadai dan permukaan yang tidak licin.
Jenis Guiding Block dan Fungsinya
Sebelum membahas penerapannya, memahami jenis guiding block membantu menentukan pola yang sesuai dengan fungsi jalur. Ber\ikut dua pola utama yang umum digunakan:
Guiding Block Garis (Directional)
Pola garis digunakan untuk mengarahkan perjalanan. Penempatannya perlu mengikuti jalur yang telah direncanakan agar arah tetap mudah diikuti.
Guiding Block Titik (Warning)
Pola titik digunakan sebagai penanda atau peringatan pada area tertentu, seperti persimpangan, perubahan arah, dan titik yang membutuhkan perhatian pengguna jalur pedestrian. Penempatannya perlu disesuaikan dengan kondisi jalur agar informasi yang diberikan tetap jelas.
Lokasi Pemasangan Guiding Block

Lokasi pemasangan guiding block perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan karakter fasilitas. Pembahasan mengenai lokasi penempatan guiding block dapat menjadi referensi tambahan sebelum menentukan jalur pada suatu kawasan.
Guiding block dapat diterapkan pada berbagai fasilitas yang membutuhkan jalur pemandu, seperti trotoar, kawasan publik, halte, stasiun, fasilitas pemerintahan, rumah sakit, kampus
Jalur Menuju Pintu Masuk dan Keluar
Mengarahkan pengguna menuju akses masuk dan keluar bangunan atau fasilitas.
Sebelum Tangga atau Perubahan Elevasi
Menandai adanya tangga atau perubahan ketinggian pada jalur pedestrian.
Area Ramp
Membantu menjaga kesinambungan jalur pemandu pada akses yang menghubungkan perbedaan elevasi.
Persimpangan dan Perubahan Arah
Memberikan petunjuk saat jalur bercabang atau mengalami perubahan arah.
Akses Menuju Halte atau Transportasi Umum
Menghubungkan jalur pedestrian dengan halte, stasiun, atau titik transportasi umum.
Memilih Material Guiding Block yang Tepat
Berikut beberapa material yang dapat ditemukan pada guiding block:
Beton
Beton dapat dipertimbangkan untuk trotoar, jalur pedestrian, taman, dan area luar ruang dengan aktivitas pejalan kaki tinggi. Material ini memiliki karakter konstruksi kuat dan dapat menyatu dengan permukaan perkerasan.
Pemasangan membutuhkan permukaan rata dan dasar stabil agar tidak bergeser. Hindari area tergenang karena meningkatkan risiko licin. Periksa retak dan keausan berkala. Penggantian dapat memerlukan pembongkaran perkerasan sekitar.
Keramik
Keramik dapat digunakan pada koridor bangunan, area komersial, atau jalur pedestrian dengan permukaan yang relatif terkontrol. Material ini sesuai untuk proyek yang membutuhkan keselarasan guiding block dengan finishing di sekitarnya.
Pemasangan membutuhkan permukaan rata dan kuat, serta perekat dan nat yang tepat. Hindari area tergenang karena meningkatkan risiko licin. Keramik mudah diganti, tetapi tetap perlu dibersihkan dan diperiksa berkala.
Stainless Steel
Stainless steel dapat dipertimbangkan untuk koridor bangunan, fasilitas komersial, area publik, atau proyek dengan konsep arsitektur modern. Material ini sesuai untuk kebutuhan yang mengutamakan integrasi guiding block dengan desain interior maupun eksterior.
Pemasangan membutuhkan permukaan rata dan dasar stabil agar tidak bergeser. Hindari area tergenang karena meningkatkan risiko licin. Bersihkan dan periksa berkala. Komponen rusak dapat diganti secara lokal jika memungkinkan.
Futago Karya sendiri menyediakan beberapa produk guiding block dengan material dan model yang berbeda, termasuk produk berbasis stainless steel, komposit, dan PVC. Pilihan tersebut tercantum pada halaman produk resmi Futago Karya.
Standar Guiding Block untuk Acuan Proyek
Aspek standar menjadi penting, terutama dalam proyek infrastruktur publik. Standar membantu memberikan acuan mengenai karakteristik produk yang perlu dipenuhi.
Direktorat Jenderal Bina Marga mencatat SNI 8160:2015 Spesifikasi Blok Pemandu pada Jalur Pejalan Kaki sebagai standar yang berstatus berlaku. Standar tersebut mencakup persyaratan mengenai tipe, dimensi, sifat fisik, dan warna blok pemandu.
SNI tersebut juga menjelaskan bahwa blok pemandu perlu memiliki karakter kuat dan tidak licin. Permukaannya perlu memiliki perbedaan warna yang kontras dengan permukaan di sekitarnya.
Cara Memilih Guiding Block untuk Proyek Pedestrian
Setelah memahami fungsi, pola, lokasi, material, dan standar, tahap berikutnya adalah cara memilih produk yang akan digunakan.
Kesesuaian Spesifikasi dengan Kebutuhan Proyek
Periksa dimensi, pola, material, karakter permukaan, warna, serta aspek teknis lain yang tercantum dalam spesifikasi pekerjaan.
Produk yang dipilih perlu sesuai dengan kebutuhan desain dan dokumen proyek. Konsistensi spesifikasi juga penting ketika guiding block digunakan pada area yang luas.
Kontras Warna dan Tekstur Lantai
Kontras menjadi bagian penting dalam keterbacaan guiding block. Perbedaan warna yang kontras antara permukaan blok pemandu dan permukaan di sekitarnya diperlukan agar jalur lebih mudah dikenali dan dibedakan oleh pengguna.
Selain warna, tekstur juga menjadi karakter utama guiding block. Permukaan berpola membantu memberikan informasi melalui sentuhan, sementara perbedaan warna dapat membantu keterbacaan visual bagi pengguna dengan gangguan penglihatan tertentu.
Ketahanan terhadap Kondisi Lapangan
Kondisi lokasi perlu menjadi dasar pemilihan material. Pertimbangkan intensitas penggunaan, paparan cuaca, kelembapan, kondisi permukaan, serta aktivitas di sekitar jalur.
Produk yang sesuai untuk area tertentu belum tentu menjadi pilihan yang sama untuk lokasi lain. Evaluasi harus mengikuti kebutuhan aktual proyek.
Konsistensi Kualitas untuk Kebutuhan Proyek
Proyek pedestrian dapat membutuhkan guiding block dalam jumlah besar. Karena itu, konsistensi dimensi, bentuk, warna, dan kualitas permukaan menjadi aspek yang perlu diperiksa.
Konsistensi membantu menghasilkan pemasangan yang lebih seragam. Hal ini juga memudahkan proses pemeriksaan pekerjaan di lapangan.
Kesesuaian Produk dengan Rencana Pemasangan
Produk perlu dipertimbangkan bersama metode dan kondisi pemasangannya. Ukuran serta bentuk guiding block harus sesuai dengan rancangan jalur yang telah dibuat.
Pastikan spesifikasi produk sesuai dengan kebutuhan lapangan sebelum pemesanan.
Pemeriksaan dan Perawatan Guiding Block

Source: pinterest.com
Pekerjaan guiding block tidak selesai ketika seluruh produk sudah terpasang. Pemeriksaan setelah pemasangan perlu dilakukan untuk memastikan jalur tetap sesuai dengan rancangan.
Beberapa aspek yang dapat diperiksa antara lain posisi guiding block, kontinuitas jalur, kondisi permukaan, perubahan warna, serta bagian yang mengalami kerusakan atau pergeseran.
Perhatikan area yang berpotensi tertutup kotoran atau material lain. Pastikan permukaan guiding block tetap terlihat dan tidak terhalang. Lakukan pemeliharaan berkala serta segera perbaiki bagian yang rusak atau bergeser agar jalur tetap berfungsi.
Perawatan dapat dilakukan dengan membersihkan permukaan dari debu, lumpur, sampah, atau material lain yang menutupi pola guiding block. Periksa juga bagian yang retak, aus, terlepas, atau bergeser, lalu lakukan perbaikan atau penggantian jika diperlukan.
Guiding Block untuk Proyek Infrastruktur
Pemilihan guiding block untuk proyek infrastruktur membutuhkan pertimbangan yang lebih luas daripada sekadar bentuk dan harga. Spesifikasi, material, pola, lokasi, integrasi dengan fasilitas pedestrian, serta kebutuhan pemeliharaan perlu diperiksa sejak tahap perencanaan.
Futago Karya menyediakan berbagai pilihan guiding block untuk trotoar dan fasilitas pedestrian, dengan beberapa model dan material seperti komposit, PVC, serta stainless steel
Jika Anda sedang mempersiapkan kebutuhan guiding block untuk proyek pedestrian, konsultasikan kebutuhan proyek Anda bersama Futago Karya untuk mendapatkan pilihan produk yang sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.






